My Blog

Cara Menentukan Target Market #5

2 min read

Target market adalah kelompok pelanggan paling potensial; penentuannya membantu bisnis fokus, tepat sasaran, dan meningkatkan efektivitas penjualan.

Cara Menentukan Target Market #5

Apa Itu Target Market?

Target market adalah kelompok konsumen spesifik yang memiliki kebutuhan, masalah, dan karakteristik yang paling sesuai dengan produk atau layanan yang ditawarkan. Target market bukan sekadar “siapa yang mungkin beli”, tetapi siapa yang paling tepat untuk dilayani.

Menentukan target market berarti memutuskan ke mana fokus energi, waktu, dan biaya bisnis diarahkan.

Mengapa Menentukan Target Market Sangat Penting?

Tanpa target market yang jelas, bisnis akan menghadapi:

  • Pesan pemasaran yang tidak relevan

  • Tingkat konversi rendah

  • Biaya promosi tinggi

  • Kesulitan membangun positioning

Target market membantu bisnis:

  • Menyusun komunikasi yang tepat

  • Meningkatkan efektivitas penjualan

  • Membangun kepercayaan pasar

  • Menciptakan pertumbuhan jangka panjang

Kesalahan Umum dalam Menentukan Target Market

Sebelum masuk ke langkah teknis, pahami kesalahan berikut:

  • Menargetkan “semua orang”

  • Hanya fokus pada usia & gender

  • Tidak mempertimbangkan masalah utama

  • Mengabaikan kemampuan beli

  • Meniru target market kompetitor tanpa analisis

Target market bukan soal besar pasar, tapi ketepatan pasar.

Langkah-Langkah Menentukan Target Market

Langkah 1: Pahami Produk Secara Mendalam

Tanyakan:

  • Masalah apa yang diselesaikan produk?

  • Manfaat utama apa yang ditawarkan?

  • Situasi apa yang membuat produk ini dibutuhkan?

Contoh:
Asuransi → perlindungan risiko finansial & kesehatan

Langkah 2: Identifikasi Masalah yang Paling Mendesak

Target market muncul dari masalah nyata, bukan asumsi.

Contoh:

  • Biaya kesehatan meningkat

  • Penghasilan tidak stabil

  • Tidak ada perlindungan saat risiko terjadi

Masalah yang besar = peluang pasar yang besar.

Langkah 3: Segmentasi Pasar Secara Komprehensif

Gunakan 4 lapisan segmentasi:

a. Demografis

Usia, pekerjaan, pendapatan, status keluarga

b. Geografis

Wilayah, kota, lingkungan kerja

c. Psikografis

Nilai hidup, gaya hidup, mindset risiko

d. Perilaku

Kebiasaan beli, respons terhadap edukasi, pola keputusan

Segmentasi perilaku sering kali lebih menentukan daripada usia.

Langkah 4: Tentukan Segmen Paling Potensial

Evaluasi setiap segmen berdasarkan:

  • Tingkat kebutuhan

  • Daya beli

  • Kemudahan dijangkau

  • Potensi jangka panjang

Gunakan prinsip:

Better niche, better conversion.

Langkah 5: Buat Buyer Persona yang Realistis

Buyer persona berisi:

  • Profil singkat

  • Masalah utama

  • Tujuan hidup

  • Ketakutan & hambatan

  • Alasan membeli

Persona membantu tim sales berbicara dengan bahasa pelanggan, bukan bahasa produk.

Langkah 6: Sesuaikan Pesan & Solusi

Setiap target market membutuhkan pendekatan berbeda:

  • Bahasa

  • Media komunikasi

  • Contoh kasus

  • Nilai yang ditekankan

Produk sama, pendekatan bisa berbeda.

Langkah 7: Uji, Ukur, dan Validasi

Lakukan:

  • Edukasi kecil

  • Trial campaign

  • Feedback langsung

  • Analisis closing & respons

Target market bukan keputusan sekali jadi, tapi proses iteratif.

Contoh Penentuan Target Market (Asuransi)

Contoh 1: Karyawan Muda

  • Usia 25–35

  • Baru menikah

  • Fokus proteksi kesehatan & jiwa

Contoh 2: Profesional & Dokter

  • Penghasilan tinggi

  • Risiko kesehatan tinggi

  • Fokus penyakit kritis & income protection

Contoh 3: Freelancer

  • Income fluktuatif

  • Minim proteksi

  • Fokus asuransi kesehatan mandiri

Hubungan Target Market & Prospecting

Target market yang jelas membuat prospecting:

  • Lebih fokus

  • Lebih efisien

  • Lebih percaya diri

  • Tingkat penolakan lebih rendah

Sales yang gagal sering bukan karena produk, tapi salah target.

Checklist Menentukan Target Market

✔ Masalah jelas
✔ Kebutuhan nyata
✔ Daya beli sesuai
✔ Bisa dijangkau
✔ Potensi jangka panjang

Kesimpulan

Menentukan target market adalah fondasi utama strategi bisnis dan sales. Bisnis yang memahami siapa targetnya akan lebih mudah membangun kepercayaan, meningkatkan penjualan, dan tumbuh secara berkelanjutan.

Share:
Luthfi Azizi

Luthfi Azizi

With extensive experience in the insurance industry, Luthfi Azizi combines his expertise in IT, business development, and financial analysis to help companies modernize their systems. He writes about digitalization, financial automation, and the evolving landscape of insurance technology.

luthfiazizi11@gmail.com

Comments

Loading comments...