My Blog

Conditional Statement (If–Else) #5

2 min read

Conditional Statement (If–Else) adalah dasar pemrograman untuk menentukan keputusan berdasarkan kondisi, sehingga program dapat berjalan berbeda sesuai logika yang ditentukan.

Conditional Statement (If–Else) #5

Pengertian Conditional Statement

Conditional Statement (If–Else) adalah struktur dasar dalam pemrograman yang digunakan untuk mengambil keputusan berdasarkan suatu kondisi. Dengan if–else, program dapat menentukan aksi yang berbeda tergantung apakah kondisi tersebut bernilai benar (true) atau salah (false).

Conditional statement membuat program menjadi dinamis dan cerdas, karena tidak selalu menjalankan perintah yang sama.

Mengapa If–Else Penting?

If–Else sangat penting karena:

  • Membantu program mengambil keputusan

  • Mengatur alur logika program

  • Menghindari proses yang tidak perlu

  • Digunakan di hampir semua aplikasi

Tanpa if–else, program hanya akan berjalan secara linear tanpa percabangan.

Cara Kerja If–Else

Secara sederhana, alur kerja if–else adalah:

  1. Program mengecek kondisi

  2. Jika kondisi true, blok if dijalankan

  3. Jika kondisi false, blok else dijalankan

Struktur Dasar If–Else

Contoh Struktur Umum (Pseudocode)

IF kondisi
   jalankan perintah
ELSE
   jalankan perintah lain
END IF

Contoh If–Else dengan Python

nilai = 80

if nilai >= 75:
    print("Lulus")
else:
    print("Tidak Lulus")

Penjelasan:

  • Program mengecek apakah nilai ≥ 75

  • Jika benar, tampilkan “Lulus”

  • Jika salah, tampilkan “Tidak Lulus”

If–Else Bertingkat (Else If / Elif)

If–else bertingkat digunakan jika terdapat lebih dari dua kondisi.

Contoh (Python)

nilai = 85

if nilai >= 85:
    print("Grade A")
elif nilai >= 75:
    print("Grade B")
else:
    print("Grade C")

Operator yang Sering Digunakan pada If–Else

Conditional statement biasanya dikombinasikan dengan:

Operator Perbandingan

  • == sama dengan

  • != tidak sama

  • > lebih besar

  • < lebih kecil

  • >= lebih besar sama dengan

  • <= lebih kecil sama dengan

Operator Logika

  • and (dan)

  • or (atau)

  • not (negasi)

Contoh:

if nilai >= 75 and absensi >= 80:
    print("Lulus")

Contoh Penggunaan If–Else dalam Kehidupan Nyata

If–else sering digunakan untuk:

  • Menentukan kelulusan siswa

  • Login pengguna (benar / salah)

  • Menentukan diskon belanja

  • Validasi data

  • Menampilkan menu tertentu

Kesalahan Umum Saat Menggunakan If–Else

Beberapa kesalahan yang sering terjadi:

  • Salah menggunakan operator (= vs ==)

  • Kondisi tidak logis

  • Urutan kondisi tidak tepat

  • Tidak menutup struktur dengan benar

Hubungan If–Else dengan Algoritma

If–else adalah bentuk implementasi langsung dari logika algoritma. Sebelum menulis if–else dalam kode, biasanya dibuat terlebih dahulu:

  • Algoritma

  • Flowchart

  • Pseudocode

Dengan begitu, logika program menjadi lebih jelas dan terstruktur.

Kesimpulan

Conditional Statement (If–Else) adalah fondasi penting dalam pemrograman untuk mengatur alur logika dan pengambilan keputusan. Dengan memahami if–else, programmer dapat membuat program yang lebih fleksibel, efisien, dan sesuai kebutuhan.

Share:
Luthfi Azizi

Luthfi Azizi

With extensive experience in the insurance industry, Luthfi Azizi combines his expertise in IT, business development, and financial analysis to help companies modernize their systems. He writes about digitalization, financial automation, and the evolving landscape of insurance technology.

luthfiazizi11@gmail.com

Comments

Loading comments...