My Blog

Kenapa After Sales Service Lebih Penting daripada Penjualan?

3 min read

After sales service membangun kepercayaan dan loyalitas nasabah melalui pendampingan, edukasi, dan layanan konsisten jauh setelah penjualan terjadi.

Kenapa After Sales Service Lebih Penting daripada Penjualan?

Industri asuransi Indonesia terus tumbuh, namun tantangan terbesar bukan hanya memperoleh nasabah baru, melainkan mempertahankan nasabah yang sudah ada. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), tingkat retensi nasabah menjadi fokus utama perusahaan untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Ini terlihat dari strategi pemasaran dan layanan yang tidak hanya memprioritaskan penjualan, tetapi juga pengalaman nasabah sepanjang masa polis.

Hal ini sejalan dengan realita bahwa data industri jasa keuangan menunjukkan biaya untuk mempertahankan nasabah cenderung lebih rendah dibandingkan biaya untuk mendapatkan nasabah baru, namun masih banyak organisasi yang belum mengoptimalkan aspek layanan purna jual atau after sales.

Masalah Umum yang Sering Terjadi

1. Fokus Utama Hanya pada Penjualan

Banyak agen dan tim pemasaran hanya mengejar target penjualan tanpa rencana komunikasi dan layanan setelah polis aktif. Ini sering membuat nasabah merasa “ditinggalkan” begitu transaksi selesai.

2. Kurangnya Komunikasi Bernilai Pasca Penjualan

Interaksi sering kali hanya muncul ketika tagihan premi datang atau saat ada promosi ulang tahun produk. Tanpa nilai tambah, nasabah merasa hubungan bersifat transaksional semata.

3. Pengalaman Klaim yang Kurang Mendukung

Banyak nasabah yang kebingungan saat harus klaim atau menghadapi kondisi kritis karena minim pendampingan teknis dan emosional dari agen atau perusahaan.

4. Tingginya Churn & Lapse Polis

Menurut penelitian independen, pengalaman layanan yang buruk merupakan alasan utama nasabah meninggalkan polis atau tidak memperpanjangnya, bukan harga atau fitur produk itu sendiri.

Edukasi / Insight Profesional

After Sales Service, atau layanan purna jual, adalah faktor pembeda utama antara organisasi asuransi yang hanya bertahan dengan transaksi jangka pendek dan mereka yang tumbuh dengan customer lifetime value tinggi.

Insight penting:

  • 68% nasabah menganggap pengalaman layanan lebih penting daripada penawaran harga murah.

  • Nasabah yang merasa dilayani dengan baik memiliki kemungkinan 4x lebih tinggi untuk memperpanjang polis dan merekomendasikan kepada orang lain.

Dengan kata lain:

After sales service bukan biaya, tetapi investasi dalam trust yang menghasilkan retensi dan referral.

Dalam konteks asuransi, layanan purna jual sangat menentukan:
Tidak hanya pelanggan merasa dilindungi oleh produk, tetapi juga merasa didampingi secara emosional dan praktis saat risiko terjadi.

Solusi

1. Rancang Proses Onboarding yang Kuat

Setelah polis aktif, jangan biarkan nasabah “sendiri”.

  • Kirim welcome kit (fisik dan digital)

  • Video penjelasan ringkas manfaat

  • Penunjukan agen personal

Hasil: Nasabah merasa disambut, bukan ditinggalkan.

2. Edukasi Berkala & Bernilai

Jangan hanya mengirim tagihan premi.

  • Newsletter bulanan

  • Tips risiko & proteksi

  • Webinar kuartalan

Hasil: Nasabah terus belajar dan merasa diperhatikan.

3. Respons Layanan yang Cepat & Proaktif

Tingkatkan kapasitas CS dan agen:

  • Tanggap saat ada pertanyaan

  • Reminder jatuh tempo lebih awal

  • Cek-in berkala tanpa harus ada masalah

Hasil: Nasabah merasa hubungan itu “hidup”.

4. Pendampingan Lengkap Saat Klaim

Klaim adalah momen krisis bagi nasabah.

  • Panduan klaim 24/7

  • Agen pendamping proses

  • Update progres klaim secara berkala

Hasil: Mengubah momen frustrasi menjadi pengalaman suportif.

5. Review Tahunan Polis

Ajak nasabah duduk bersama (fisik/virtual) untuk:

  • Evaluasi kebutuhan

  • Penyesuaian polis

  • Kebutuhan proteksi baru

Hasil: Memperkuat relevansi polis terhadap kebutuhan hidup yang berubah.

Kesimpulan

Dalam lanskap kompetitif asuransi Indonesia, after sales service bukan hanya pelengkap — ia adalah inti strategi retensi dan loyalitas. Penjualan akan membawa nasabah masuk, tetapi layanan purna juallah yang membuat nasabah terus tinggal.

Dengan layanan purna jual yang unggul:

  • Nasabah tidak hanya membeli produk

  • Mereka merasa dipahami dan didampingi

  • Rasa trust dan loyalitas tumbuh

  • Referral organik meningkat

Kesimpulan:

Penjualan memperkenalkan nasabah pada produk.
After sales service memperkenalkan nasabah pada nilai pengalaman.

Sumber Referensi

  1. Indeks literasi & penetrasi asuransi Indonesia – OJK & AAJI
    https://aaji.or.id/Berita/aaji-daily-news---10-juni-2025

  2. Faktor loyalitas nasabah di sektor jasa – Salesforce
    https://www.salesforce.com/research/customer-expectations/

  3. Dampak pengalaman nasabah terhadap retensi – Accenture
    https://www.accenture.com/us-en/insights/financial-services/customer-loyalty-insurance

  4. Customer experience & journey insights
    https://www.customercontactweekdigital.com/customer-insights-analytics/articles/key-factors-driving-customer-loyalty

Share:
Luthfi Azizi

Luthfi Azizi

With extensive experience in the insurance industry, Luthfi Azizi combines his expertise in IT, business development, and financial analysis to help companies modernize their systems. He writes about digitalization, financial automation, and the evolving landscape of insurance technology.

luthfiazizi11@gmail.com

More from this category

Comments

Loading comments...