Industri asuransi Indonesia terus tumbuh, namun tantangan terbesar bukan hanya memperoleh nasabah baru, melainkan mempertahankan nasabah yang sudah ada. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), tingkat retensi nasabah menjadi fokus utama perusahaan untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Ini terlihat dari strategi pemasaran dan layanan yang tidak hanya memprioritaskan penjualan, tetapi juga pengalaman nasabah sepanjang masa polis.
Hal ini sejalan dengan realita bahwa data industri jasa keuangan menunjukkan biaya untuk mempertahankan nasabah cenderung lebih rendah dibandingkan biaya untuk mendapatkan nasabah baru, namun masih banyak organisasi yang belum mengoptimalkan aspek layanan purna jual atau after sales.
Masalah Umum yang Sering Terjadi
1. Fokus Utama Hanya pada Penjualan
Banyak agen dan tim pemasaran hanya mengejar target penjualan tanpa rencana komunikasi dan layanan setelah polis aktif. Ini sering membuat nasabah merasa “ditinggalkan” begitu transaksi selesai.
2. Kurangnya Komunikasi Bernilai Pasca Penjualan
Interaksi sering kali hanya muncul ketika tagihan premi datang atau saat ada promosi ulang tahun produk. Tanpa nilai tambah, nasabah merasa hubungan bersifat transaksional semata.
3. Pengalaman Klaim yang Kurang Mendukung
Banyak nasabah yang kebingungan saat harus klaim atau menghadapi kondisi kritis karena minim pendampingan teknis dan emosional dari agen atau perusahaan.
4. Tingginya Churn & Lapse Polis
Menurut penelitian independen, pengalaman layanan yang buruk merupakan alasan utama nasabah meninggalkan polis atau tidak memperpanjangnya, bukan harga atau fitur produk itu sendiri.
Edukasi / Insight Profesional
After Sales Service, atau layanan purna jual, adalah faktor pembeda utama antara organisasi asuransi yang hanya bertahan dengan transaksi jangka pendek dan mereka yang tumbuh dengan customer lifetime value tinggi.
Insight penting:
68% nasabah menganggap pengalaman layanan lebih penting daripada penawaran harga murah.
Nasabah yang merasa dilayani dengan baik memiliki kemungkinan 4x lebih tinggi untuk memperpanjang polis dan merekomendasikan kepada orang lain.
Dengan kata lain:
After sales service bukan biaya, tetapi investasi dalam trust yang menghasilkan retensi dan referral.
Dalam konteks asuransi, layanan purna jual sangat menentukan:
Tidak hanya pelanggan merasa dilindungi oleh produk, tetapi juga merasa didampingi secara emosional dan praktis saat risiko terjadi.
Solusi
1. Rancang Proses Onboarding yang Kuat
Setelah polis aktif, jangan biarkan nasabah “sendiri”.
Kirim welcome kit (fisik dan digital)
Video penjelasan ringkas manfaat
Penunjukan agen personal
Hasil: Nasabah merasa disambut, bukan ditinggalkan.
2. Edukasi Berkala & Bernilai
Jangan hanya mengirim tagihan premi.
Newsletter bulanan
Tips risiko & proteksi
Webinar kuartalan
Hasil: Nasabah terus belajar dan merasa diperhatikan.
3. Respons Layanan yang Cepat & Proaktif
Tingkatkan kapasitas CS dan agen:
Tanggap saat ada pertanyaan
Reminder jatuh tempo lebih awal
Cek-in berkala tanpa harus ada masalah
Hasil: Nasabah merasa hubungan itu “hidup”.
4. Pendampingan Lengkap Saat Klaim
Klaim adalah momen krisis bagi nasabah.
Panduan klaim 24/7
Agen pendamping proses
Update progres klaim secara berkala
Hasil: Mengubah momen frustrasi menjadi pengalaman suportif.
5. Review Tahunan Polis
Ajak nasabah duduk bersama (fisik/virtual) untuk:
Evaluasi kebutuhan
Penyesuaian polis
Kebutuhan proteksi baru
Hasil: Memperkuat relevansi polis terhadap kebutuhan hidup yang berubah.
Kesimpulan
Dalam lanskap kompetitif asuransi Indonesia, after sales service bukan hanya pelengkap — ia adalah inti strategi retensi dan loyalitas. Penjualan akan membawa nasabah masuk, tetapi layanan purna juallah yang membuat nasabah terus tinggal.
Dengan layanan purna jual yang unggul:
Nasabah tidak hanya membeli produk
Mereka merasa dipahami dan didampingi
Rasa trust dan loyalitas tumbuh
Referral organik meningkat
Kesimpulan:
Penjualan memperkenalkan nasabah pada produk.
After sales service memperkenalkan nasabah pada nilai pengalaman.
Sumber Referensi
Indeks literasi & penetrasi asuransi Indonesia – OJK & AAJI
https://aaji.or.id/Berita/aaji-daily-news---10-juni-2025Faktor loyalitas nasabah di sektor jasa – Salesforce
https://www.salesforce.com/research/customer-expectations/Dampak pengalaman nasabah terhadap retensi – Accenture
https://www.accenture.com/us-en/insights/financial-services/customer-loyalty-insuranceCustomer experience & journey insights
https://www.customercontactweekdigital.com/customer-insights-analytics/articles/key-factors-driving-customer-loyalty
_ud4FSPPC4.png)