Menjadi Product Manager (PM) pemula bukan sekadar mempelajari tools, framework, atau menulis roadmap. Hal terpenting yang perlu dibangun sejak awal adalah mindset. Mindset inilah yang akan menentukan cara seorang PM berpikir, mengambil keputusan, dan berkolaborasi dengan berbagai pihak.
1. Problem-Oriented, Bukan Feature-Oriented
PM pemula sering terjebak pada daftar fitur. Padahal, tugas utama PM adalah memahami masalah pengguna. Mindset yang benar adalah bertanya “masalah apa yang ingin kita selesaikan?” sebelum memikirkan solusinya.
2. User First, Business Aware
Seorang PM harus selalu menempatkan pengguna sebagai pusat keputusan, namun tetap sadar akan tujuan bisnis. Produk yang baik bukan hanya disukai pengguna, tetapi juga bernilai secara bisnis.
3. Data-Informed Decision
PM pemula perlu membiasakan diri mengambil keputusan berdasarkan data, bukan asumsi. Data digunakan sebagai alat bantu berpikir, sementara intuisi digunakan untuk melengkapi ketika data terbatas.
4. Continuous Learning
Dunia produk terus berubah. PM pemula harus memiliki mental belajar yang kuat, terbuka terhadap feedback, dan siap memperbaiki pendekatan berdasarkan pengalaman serta hasil eksperimen.
5. Kolaboratif, Bukan Otoriter
PM tidak memerintah, tetapi memfasilitasi. Mindset kolaboratif membantu PM membangun kepercayaan dengan tim engineering, design, dan stakeholder lain untuk mencapai tujuan bersama.
6. Comfortable with Uncertainty
Tidak semua keputusan memiliki jawaban pasti. PM pemula perlu terbiasa dengan ketidakpastian dan tetap bergerak maju dengan informasi yang ada.
7. Ownership & Responsibility
Seorang PM harus memiliki rasa kepemilikan terhadap produk. Bukan hanya saat produk sukses, tetapi juga berani bertanggung jawab ketika hasil belum sesuai harapan.
Kesimpulan
Mindset yang tepat akan mempercepat pertumbuhan seorang Product Manager pemula. Dengan fokus pada masalah, pengguna, data, dan kolaborasi, PM pemula dapat berkembang menjadi PM yang strategis dan berdampak.
_ud4FSPPC4.png)