Industri asuransi di Indonesia terus bertumbuh dan menjadi pilar penting dalam perencanaan keuangan masyarakat. Pada akhir November 2025, jumlah agen asuransi yang terdaftar di OJK mencapai 390.217 orang yang tersebar di berbagai lini usaha, termasuk jiwa, umum, dan syariah. (kontan.co.id)
Data lain menyebut jumlah total agen di seluruh Indonesia bahkan telah melampaui 600.000 orang pada Oktober 2025. (AAJI)
Namun, di tengah peningkatan jumlah tenaga pemasaran ini, masih terdapat tantangan serius: kepercayaan publik terhadap industri asuransi — khususnya agen — belum sepenuhnya solid. Banyak masyarakat masih ragu berinteraksi secara mendalam dengan agen karena pengalaman buruk, ketidakjelasan informasi, atau praktik yang dirasakan kurang profesional. (Antara News)
Kepercayaan bukanlah sesuatu yang instan — melainkan aset yang dibangun melalui pengalaman konsisten dan nilai profesional.
Masalah Umum yang Sering Terjadi
1. Ketidakpastian Identitas Agen
Sebelum peluncuran Database Agen Asuransi Indonesia oleh OJK pada 1 Juli 2025, banyak nasabah kesulitan memverifikasi apakah agen yang mereka temui terdaftar secara resmi atau tidak. (kontan.co.id)
Ketidakjelasan identitas ini memicu kekhawatiran nasabah atas kredibilitas agen yang mereka temui.
2. Pengalaman Nasabah Kurang Nyaman
Beberapa pengalaman nasabah menunjukkan interaksi yang lebih seperti transaksi penjualan saja, bukan sebagai trusted advisor yang membantu menjelaskan proses, risiko, hingga tujuan jangka panjang polis.
3. Masih Ada Agen Tidak Mematuhi Etika
OJK secara tegas memperingatkan bahwa oknum agen dengan praktik yang tidak sesuai aturan bisa dicabut haknya sebagai agen, dan asosiasi juga berperan dalam menginformasikan perilaku yang tidak sesuai ketentuan kepada publik. (ANTARA News)
Edukasi / Insight Profesional
1. Kepercayaan Butuh Bukti, Bukan Hanya Janji
Regulator dan industri sadar bahwa industri asuransi adalah industri kepercayaan. Peningkatan akses informasi melalui Database Agen Asuransi dan Polis Asuransi Indonesia bertujuan untuk memperkuat transparansi layanan dan memberikan akses data legalitas agen yang bisa diverifikasi masyarakat secara mandiri — ini adalah langkah besar untuk membangun trust publik. (Bisnis Finansial)
2. Agen Sebagai Educator, Bukan Sekadar Sales
Masyarakat kini mencari agen yang:
mampu memberikan penjelasan yang jelas dan objektif,
memahami tujuan hidup nasabah,
dan menawarkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan finansial mereka.
Agen yang hanya fokus pada target penjualan sering kali kurang berhasil membangun hubungan jangka panjang. Sebaliknya, agen yang berperan sebagai trusted advisor mendapatkan kepercayaan lebih tinggi dari nasabah.
3. Trust Recovery Setelah Gagal Klaim
Penelitian akademik menunjukkan bahwa gagalnya proses klaim adalah salah satu faktor sensitif yang dapat merusak reputasi agen. Namun, strategi pemulihan kepercayaan (trust recovery) melalui komunikasi yang tepat dan pendekatan personal dapat membantu menjaga hubungan jangka panjang antara agen dan nasabah. (ejurnal.umiba.ac.id)
Solusi
Berikut langkah konkret yang dapat diterapkan agen untuk membangun dan mempertahankan kepercayaan nasabah:
Step 1 — Verifikasi Identitas & Legalitas
✔ Selalu tunjukkan identitas resmi agen yang telah terdaftar di OJK.
✔ Minta nasabah mengecek data melalui Database Agen Asuransi Indonesia yang bisa diverifikasi mandiri.
✔ Ini menunjukkan transparansi sejak awal interaksi.
Step 2 — Bangun Komunikasi yang Jelas & Empatik
✔ Gunakan bahasa yang mudah dipahami.
✔ Jawab pertanyaan nasabah tanpa memberi janji berlebihan.
✔ Jelaskan manfaat, risiko, dan ekspektasi klaim secara objektif.
Step 3 — Fokus pada Solusi, Bukan Penjualan
✔ Tanyakan tujuan keuangan nasabah secara mendalam
✔ Susun rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan
✔ Jangan mendorong pembelian produk yang tidak relevan
Step 4 — Edukasi Berkelanjutan
✔ Berikan panduan edukatif tentang risiko finansial
✔ Ajarkan klien cara membaca polis dengan benar
✔ Sediakan sesi review rutin untuk kebutuhan yang berubah
Step 5 — Pendampingan Saat Klaim
✔ Dampingi dan bantu proses klaim jika diperlukan
✔ Berikan update terkait proses klaim
✔ Ini menunjukkan agen peduli tanpa pamrih
Kesimpulan
Kepercayaan bukanlah sekadar kata dalam industri asuransi; itu adalah fondasi dari hubungan jangka panjang antara agen dan nasabah. Agen yang membangun trust berfokus pada integritas, transparansi, edukasi, dan pendampingan yang konsisten — bukan sekadar penjualan satu kali saja.
Dengan kolaborasi antara agen, perusahaan asuransi, asosiasi industri, dan regulator seperti OJK, kepercayaan publik dapat terus dipulihkan dan diperkuat sehingga memaksimalkan potensi pasar asuransi Indonesia secara sehat dan berkelanjutan. (Antara News)
Sumber & Referensi
OJK – Luncurkan Database Agen & Polis Asuransi Indonesia untuk tingkatkan transparansi dan kepercayaan publik. (kontan.co.id)
OJK – Data jumlah agen terdaftar per November 2025. (kontan.co.id)
AAJI – Jumlah agen asuransi Indonesia mencapai lebih dari 600 ribu. (AAJI)
OJK – Kepercayaan publik terhadap industri asuransi dinilai perlu dipulihkan. (Antara News)
Jurnal Trust Recovery Strategy untuk agen asuransi pasca gagal klaim. (ejurnal.umiba.ac.id)
_ud4FSPPC4.png)